AS Bangun Pangkalan di Bulan Untuk Keperluan Militer

AS Bangun Pangkalan di Bulan Untuk Keperluan Militer

AS bangun pangkalan di bulan sebagai misi khusus dalam keperluan militer, yaitu ingin meluaskan kekuatan terkait kebutuhan perang sewaktu-waktu. Lebih spesifiknya lagi, pasukan spesial luar angkasa milik Amerika Serikat mengemban tugas penting yaitu memanfaatkan robot dalam pengerjaan konstruksinya.

Rencana ambisius ini terkonfirmasi langsung oleh ketua pimpinan luar angkasa AS yaitu John Shaw, ia berpidato pada Konferensi Angkatan Udara. Lebih lanjut ia berujar, bahwa nantinya akan terbentuk pasukan khusus prajurit luar angkasa sebagai bagian atas tubuh kemiliteran Amerika Serikat.

John Shaw melanjutkan, pemerintah pusat AS menyatakan keseriusannya untuk membangun koloni luar angkasa negaranya di bulan beberapa tahun ke depan. Kemungkinan besar rencana itu akan terwujud, karena pihaknya ingin mendirikan pusat komando pada wilayah permukaan bulan, bahkan blueprint-nya sudah jadi.

AS bangun pangkalan di bulan bukan isapan jempol

Pernyataan John Shaw tertuang selang beberapa hari pasca team prajurit luar angkasa AS setuju untuk bekerja sama dengan pihak NASA. Mereka akan mengerjakan mega proyek milik pemerintah mulai dari persiapan berangkat menuju luar angkasa hingga penciptaan lingkungan ideal kehidupan manusia.

Mayor Jenderal Shaw masih belum menyelesaikan pernyataannya, bahwa walaupun angkatan luar angkasa AS bersungguh-sungguh, semuanya masih di atas kertas. Atau lebih tepatnya, proyek super duper mahal ini bahkan belum mendekati secuil pun kemungkinan akan terjadinya proses pelaksanaan serta realisasinya.

AS Bangun Pangkalan di Bulan Masih Jauh Mengawang – Awang

Ada beberapa faktor mengapa rencana AS bangun pangkalan di bulan masih berupa ide mentah, juga terlalu jauh alias masih mengawang-awang. Faktor terutama yaitu tentu saja memikirkan bagaimana caranya manusia bisa menempati luar angkasa secara ideal tanpa terlalu rumit dan sulit.

Jauh semenjak dulu kala, AS rela menyisihkan sebagian anggaran pemerintah hanya demi meneliti kehidupan di luar angkasa berpuluh-puluh tahun lamanya. Oleh sebab demikian pula lah, Amerika Serikat makin piawai bermain dalam bidang robotik terkait urusannya menjelajahi luar angkasa yang luas.

John Shaw juga menuturkan pendapat pribadinya, bahwa ia sesungguhnya berharap hanya robot saja lah yang ditugaskan menggali info luar angkasa. Sebab, menurutnya pengiriman manusia dalam jumlah banyak ke luar angkasa merupakan sebuah tindakan penuh resiko dan terlalu berbahaya.

membangun markas di bulan butuh dana besar

Sebisa mungkin, Shaw hendak meminimalisir jumlah personil yang terbang menggunakan roket ke bulan dalam tubuh angkatan luar angkasa AS. Jauh lebih aman dan efisien apabila umat manusia punya beragam mesin otomatis terintegrasi dengan pengendalian remote jarak jauh dari bumi.

Sekedar informasi, angkatan luar angkasa Amerika Serikat adalah sebuah percabangan kemiliteran terbaru khusus perang yang melibatkan sumber daya alam semesta. Pendirian pasukan resmi tercatat pada bulan Desember 2019 lalu, ia juga termasuk pecahan kelompok terbaru semenjak AU-AS beroperasi mulai 1947.

Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat Adalah Cabang Angkatan Udara

Kurang lebih, sedikitnya ada enam belas ribu prajurit dalam organisasi kemiliteran angkatan luar angkasa yang telah menyiapkan diri. Mereka akan terlibat secara langsung atas rencana pemerintah AS bangun pangkalan di bulan sebentar lagi menunggu sekian tahun berlalu saja.

Mereka semua juga masih termasuk bagian dari keluarga besar angkatan udara AS, serta dulunya bertugas memantau kegiatan peperangan dari luar angkasa. Presiden berwenang saat ini yaitu Donald Trump, menguatkan statement bahwa peristiwa ini merupakan tonggak ukur paling baru sepanjang sejarah manusia.

Juru bicara organisasi angkatan luar angkasa AS juga mendeklarasikan sebuah pengumuman penting pada bulan mei lalu terkait tujuan utama pembentukannya. Pengakuan mengejutkan di kancah internasional tersebut pun terkuak sudah, AS terang-terangan membentuk tim elit ketentaraan layaknya ‘perang bintang’ Star Wars.

perang bintang ala star wars

Secara spesifik, sekelompok tentara elit profesional serta berkemampuan tingkat tinggi ini akan mengemban misi melindungi keamanan AS dari luar angkasa. Kegiatan mereka akan meliputi pencegahan, serbuan, penetrasi ke wilayah musuh, benteng pertahanan militer, hingga serangan jarak jauh melalui luar angkasa.

Namun, bukan berarti Amerika Serikat nantinya akan kebal terhadap ancaman dari serangan maut musuh walaupun sudah punya basis di bulan. Bisa jadi, suatu saat nanti pihak lawan akan mengirimkan satelit mata-mata dan mencuri informasi militer tentang negara paman Sam tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *