NASA Meluncurkan Toilet Baru Bagi Para Astronot

NASA Meluncurkan Toilet Baru Bagi Para Astronot

NASA meluncurkan toilet tampaknya terlihat seperti sebuah berita konyol, namun urusan buang hajat ini merupakan permasalahan penting bagi para astronot. Awal Oktober ini NASA memerintahkan para astronot untuk melakukan uji coba dan menginstall sistem nya ke satelit khusus pembuangan kotoran.

Niat mengirimkan toilet raksasa ke luar angkasa tersebut juga sekalian bertujuan untuk mengantarkan kembali para astronot menuju Bulan. Semua ‘paket’ tersebut akan terbang melintasi langit lepas menggunakan pesawat penjelajah angkasa bernama Orion sekitaran 2023 nanti pasca Covid-19 mereda.

Solusi Paling Jitu Mengurusi Kotoran Milik Astronot

Sepanjang misi tengah berlangsung, NASA berusaha keras memikirkan cara paling efektif dan efisien dalam rangka mengelola kotoran manusia yang menggunung. Itulah sebabnya memecahkan solusi akan penanggulangan perihal toilet ini menjadi misi khusus bagi pimpinan teknik Orion, yaitu Jason Hutt.

Jason Hutt mengemban tanggung jawab mengenai seputar kemaslahatan kehidupan manusia di dalam kapsul Orion nantinya, termasuk alur penampungan kotoran astronot. Ia bertugas untuk mengecek Universal Waste Management System atau UWMS telah beroperasi dengan baik dan tidak menyebabkan pencemaran udara khususnya terkait pernafasan.

Pesawat ulang – alik Orion memiliki kapsul pada pusatnya untuk ditumpangi oleh seluruh awak kapal manakala mereka berangkat menuju Bulan. Ukurannya terbilang sempit, sebab ia hanya mampu menampung paling banyak empat orang astronot tanpa ada ruang lebih untuk menaruh barang seperti bagasi.

Nasa Meluncurkan Toilet Demi Mengelola Pembuangan Oleh Astronot

Kejadian ini bukanlah pertama kalinya Nasa meluncurkan toilet yang bisa melayang di luar angkasa sambil mengorbit kepada planet bumi. Maka dari itu, desain rancang bangun UWMS itu pun memiliki banyak persamaan seperti toilet luar angkasa pada umumnya dengan sedikit pembaharuan.

NASA Meluncurkan Toilet Baru Bagi Para Astronot1

Mengapa sekedar buang air kecil maupun besar menjadi masalah besar sampai harus mempersiapkannya secara khusus dan penuh perhitungan matang? Jawabannya yaitu kembali terhadap kondisi iklim pada luar angkasa yang tidak memiliki gravitasi seperti saat kita hidup dan berkembang biak memenuhi bumi.

Sehubungan dengan absennya gaya gravitasi, maka benda apapun pastinya akan melayang bebas di udara tanpa terkecuali kotoran manusia sekalipun. Supaya mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan, maka UWMS telah mendapat perlengkapan kipas bertenaga besar agar daya sedotnya mampu menarik melebihi gravitasi.

Setelah urusan kotoran melayang telah terpecahkan, selanjutnya NASA mesti memikirkan pemecahan masalah berikutnya yaitu ke mana harus membuangnya. Setelah melewati serangkaian penelitian, akhirnya keputusan akhir adalah menyimpan seluruh kotoran dalam Orion hingga misi para astronot selesai secara menyeluruh.

Masalah berikutnya pun muncul, manakala daya tampung Orion harus bisa mengakomodasi kotoran dari empat orang manusia selama satu bulan lamanya. Apabila ilmuwan salah perhitungan dan keliru menggambarkan jalur kelola penampungan, akan timbul problem seputar sanitasi dan higienitas dalam kapsul Orion.

Solusi Paling Jitu Mengurusi Kotoran Milik Astronot Sepanjang Melaksanakan Misi

Petinggi Nasa sedang berunding bersama menyelesaikan hambatan terakhir sebelum perjalanan astronot menuju luar angkasa terlaksana seminggu kemudian tanpa bisa menundanya. Berhubung Orion tidak seluas stasiun luar angkasa, maka ia tidak punya teknologi untuk mendaur ulang urin supaya bisa kembali bersih dan layak pakai.

Nasa Meluncurkan Toilet

Opsi paling pertama terpikirkan dalam benak keempat astronot adalah ingin membuang urin miliknya ke angkasa lepas dan membiarkannya mengapung bebas. Lagipula suhu dingin melebihi batas nol derajat Celcius akan segera mengubah urin yang terbang tersebut membeku seketika dan pergi menjauh selamanya.

Nasa pun bukannya belum pernah menjalankan strategi tersebut pada keberangkatan astronot bertahun – tahun sebelumnya selama belasan kali sehingga banyak pengalaman. Namun solusi tersebut dirasa kurang tepat karena masih terdapat celah pada praktik langsung berkenaan dengan suhu ekstrim meliputi luar angkasa.

Untungnya, team engineer kali ini berencana melengkapi UWMS dengan sistem pemanas demi mencegah urin terlalu cepat membeku sebelum sempat terbuang. Pasalnya, astronot sebelumnya sering kewalahan karena urin terlanjur membeku dan melekat di ventilasi padahal urin tersebut bahkan belum sampai destinasi pembuangan.

Selain daripada itu, rencana penyimpanan kotoran beberapa minggu dalam kapsul kecil milik Orion pastinya akan menyebabkan bau tak sedap. Oleh sebab itu, ventilasi kali ini telah terselimuti oleh filter khusus yang ringan dan efektif menyaring segala jenis senyawa penyebab bau pada kotoran manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *