Negara Luar Angkasa Asgardia Resmi Berdiri

Negara Luar Angkasa Asgardia Resmi Berdiri

Negara luar angkasa Asgardia ternyata bukanlah sebuah isapan jempol belaka, melainkan betul – betul menjadi kenyataan dan berdiri secara resmi. Ide gila ini datang dari seorang ilmuwan asal Rusia bernama Igor Ashurbeyli yang berkeinginan mendirikan negara luar angkasa.

Ashurbeyli mengajukan proposal terhadap seluruh penduduk bumi untuk berpartisipasi terhadap negara buatannya yang mirip nama planet fantasi milik studio Marvel. Ia menginginkan sebuah konsep di mana ada sebuah negeri yang menjunjung tinggi perdamaian serta lepas dari keterikatan hukum seperti pada pemerintahan bumi.

Negara Luar Angkasa Asgardia Resmi Berdiri

Ketika pertama kali gagasan itu Igor kemukakan kepada media massa, begitu banyak respons meremehkan dan mencibir karena lebih mirip sebuah dongeng. Mereka menganggap bahwa Igor Ashurbeyli hanyalah menjual omong kosong belaka serta terlalu ambisius sebagai seorang ilmuwan merangkap pengusaha.

Lama tidak terdengar gaungnya, publik begitu terkejut mendengar bahwa Asgardia benar – benar terwujud menjadi kenyataan dan resmi meluncur ke angkasa! Kalian pasti bingung, bagaimana caranya menerbangkan pulau raksasa ke luar bumi mengingat teknologi manusia belum memadai dan biayanya tidak masuk akal? Mendadak rasanya mencari keberadaan dimensi lain terdengar lebih mungkin terwujud daripada khayalan ini.

Dari sekian banyaknya calon pendaftar, diketahui jumlahnya mencapai lima ratus ribu jiwa dari berbagai macam suku dan bangsa di seluruh penjuru dunia. Indonesia masuk peringkat pendaftar terbanyak urutan ke tujuh dengan jumlah melebihi sepuluh ribu orang dan begitu antusias akan proyek fantasi ini.

Negara Luar Angkasa Asgardia Berbentuk Virtual

Daripada tersesat karena minimnya informasi, kami akan menjelaskan sedikit kebenaran akan negara luar angkasa Argadia hasil karya ilmuwan Igor Ashurbeyli.  Asgardia tidak memiliki bentuk fisik untuk sekarang ini, melainkan hanya memiliki tampilan virtual yang bisa kita akses melalui jaringan internet.

Oleh sebab itu, apapun kewarga negaraan anda sekarang tidak perlu khawatir harus meninggalkan bumi jika ingin bergabung menjadi Asgardian. Sebagai pengganti kehadiran anda, Asgardia telah menyediakan bank data yang mampu menampung hingga 0,5 Terabyte.

Asgardia ciptaan Igor Ashurbeyli

Semua biodata lengkap anda mulai dari profile picture, info pribadi, bahkan hingga status kewarganegaraan anda di bumi juga terekam pada Asgardia. Oleh sebab itu, Igor menghimbau kepada setiap pendaftar untuk mundur saja apabila menolak untuk memberikan data diri secara lengkap.

Dengan kata lain, negara luar angkasa Asgardia saat ini masihlah hanya sebuah satelit belaka berukuran sangat kecil sebesar lembaran roti tawar.  Dengan menumpang pada pesawat ulang alik Cygnus, mereka mendarat di Stasiun Internasional Luar Angkasa atau ISS sekitar 14 November 2017.

Cygnus memiliki misi utama yaitu mengantarkan segala macam kebutuhan pokok para astronot di luar angkasa dan beristirahat sejenak untuk perawatan. Tiga puluh hari setelahnya, ia akan mengudara kembali dan baru melepaskan satelit seukuran roti milik Asgardia dalam orbital bumi.

Pro Kontra Penciptaan Negara Baru Di Luar Bumi

Satelit bernama Asgardia-1 tersebut sempat berencana akan beroperasi semenjak satu September 2017 namun urung terjadi karena terkendala banyak masalah. Sebagai bahan pertimbangan, Asgardian terdiri dari gabungan bermacam – macam penduduk di manca negara sehingga bahasanya tercampur beragam versi dan jenisnya.

Sistem perpolitikan pada tiap negara asal penduduk pun tentunya memiliki kebudayaan yang berbeda – beda pula sehingga berpotensi menyebabkan kekacauan. Apabila tidak memiliki sistem yang baik, Asgardia justru dapat memicu rusuhnya iklim politik di dunia nyata alias planet Bumi.

Igor Ashurbeyli Mengajukan Permohonan Kedaulatan Asgardia ke PBB

Bukti paling jelas adalah jumlah para calon penduduk Asgardian yang mengajukan aplikasi permohonan warga negara mencapai lima ratus ribu jiwa. Dari sekian banyaknya pendaftar, sebagian besar telah gugur karena menolak untuk mematuhi peraturan serta konstitusi negara luar angkasa Asgardia yang berdaulat.

Meskipun berjanji akan mengurusi seputar peresmian pembentukan negara Asgardia, Namun Igor masih belum mendapat persetujuan lampu hijau dari PBB. Padahal Igor Ashurbeyli telah menggelontorkan sejumlah dana dari kantongnya sendiri untuk mewujudkan mimpinya yang mustahil dilakukan menuju dunia nyata.

Profesor dari Institut Kebijakan Luar Angkasa London, yaitu Sa’id Mosteshar menyatakan keraguannya bahwa Asgardia akan mendapat pengakuan dari PBB. Kesepakatan bersama mengenai ruang angkasa telah tertulis dengan terang – terangan bahwa negara manapun tidak berhak mengklaim kepemilikan di luar bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *